IPA 1

Pengelolaan kelas efektif – Aplikasi Sederhana !

Dear #sobatguru

Pengelolaan kelas efektif pada kenyataannya terikat pada potret nyata pendidikan Indonesia dewasa ini. Masalah-masalah umum yang berhubungan dengan administrasi terkadang menghambat kreatifitas guru dalam menjalankan fungsi sesungguhnya. Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Bapak Menteri Pendidikan kita, memang sudah selayaknya sobat guru untuk dikurangi beban mengerjakan hal-hal administrartif agar lebih fokus pada kreatifitas dalam mendidik. Berikut beberapa masalah umum yang sering di jumpai :

  • Tuntutan guru untuk melaksanakan tugas-tugas penunjang akademik (tugas administratif), seperti
  1. Tugas edukatif, yaitu menyusun persiapan mengajar lengkap dengan alat serta sumber, rencana pengajaran dan tahapan evalusasi.
  2. Tugas adminstratif yang mencakup pekerjaan seperti mencatat data murid, jadwal, hasil-hasil pengajaran dan berbagai embel-embel lainnya.

Hal ini penting, akan tetapi bila pemangku kebijakan atau pejabat terkait membuat format yang terlalu berbelit-belit, maka akan memakan waktu, sehingga dapat mengganggu fokus guru. Kecanggihan teknologi pasti akan bisa menjadi solusi untuk masalah ini. Sebagai fasilitator guru harus segera mencari solusi hal ini. Karena biar bagaimanapun pekerjaan yang bersifat rutinitas dan terpola dapat diatur dengan mudah dibandingkan dengan tugas utama sang guru yaitu mengajar dan mendidik. Dengan beban administratif yang berkurang, maka guru akan lebih segar dalam menghadapi masalah berikutnya, yaitu :

  • Semua berjalan bersamaan, artinya berbagai hal dapat terjadi secara bersamaan di dalam sebuah kelas, seperti saat dilaksanakan diskusi, guru juga harus jeli memantau murid yang kurang aktif melibatkan diri dan di saat itu juga guru harus mendengarkan dan membantu mengarahkan murid-murid yang aktif.

Solusi

Guru sebagai fasilitator  dalam hal ini akan menjadi seorang moderator ulung, di mana setingan kelas sangat berpengaruh. Suasana diskusi yang dapat dipantau dengan baik oleh moderator salah satunya adalah membuat posisi duduk melingkar, sehingga  semua murid dapat terlihat, atau membuat posisi duduk seperti di bioskop, berjenjang (hal ini sulit dilakukan untuk kelas konvensional). Disamping itu hal-hal lain yang selalu terjadi bersamaan di kelas tentunya akan terpola dan bisa dibaca polanya, setelah pola itu dibaca oleh guru, maka tahapan antisipasi proses kejadian bisa diatasi dengan tata kelola yang baik.

  • Cepatnya proses pengajaran di dalam kelas tentu harus menjadi fokus juga. Bayangkan dalam 1 hari murid dihadapkan dengan berbagai mata pelajaran. Fokus murid tentunya harus kita jaga bukan? Untuk guru pendidikan non-formal layaknya Bimbingan Belajar (Bimbel) tentunya bukan di sini tantangannya, tetapi untuk guru di sekolah tentu hal ini termasuk fokus masalah yang harus dikelola dengan baik. Dengan waktu yang terjadwal guru harus membaginya sedemikian rupa dengan efektif hingga menghasilkan sesuatu yang dikuasai murid sesuai dengan tujuan pengajaran. Interaksi guru dan murid begitu cepat dan memberikan tuntutan pada guru untuk mencari solusi antisipasi masalah secepat mungkin.

Solusi

Sebagai seorang fasilitatorEnergizer dan Motivator (F.E.M)  guru dapat mengorganisasikan elemen-elemen yang ada dikelasnya. Proses belajar mengajar yang aktif tentunya harus melibatkan semua murid, murid yang merasa dilibatkan tentunya akan semakin merasa termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Secara umum kategori murid di dalam kelas dapat kita kelompokkan sebagai berikut :

  1. murid yang selalu tanggap, antusias dan bersikap positif : tipe murid seperti ini biasanya akan mudah beradaptasi dan tanggap dalam belajar dan memahami penjelasan sang guru, bisa dikatakan murid dengan kategori ini adalah murid mandiri.
  2. murid kurang tanggap tetapi antusias dan bersikap positif : tipe murid seperti ini tentunya perlu lebih diarahkan dan diorganisir, karena biasanya membutuhkan solusi terhadap faktor luar dan dalam yang dapat mengganggu suasana belajar. Sekali terkena hambatan dalam mencoba untuk mengerti suatu pelajaran, murid di tipe ini akan bertanya dan pertanyaan itu jika tidak diorganisir dengan baik oleh sang guru, maka akan menyebakan rasa antusias berkurang dan dampak terburuknya adalah berkurangnya sikap positif secara perlahan.
  3. murid acuh (cuek), berusaha untuk antusias dan bersikap positif :  tipe murid seperti ini terkadang susah terdekteksi. Mereka akan selalu berusaha untuk terlihat dengan menyakinkan menyimak pelajaran akan tetapi di satu sisi mereka acuh pada inti dari pelajaran yang disampaikan yaitu mengerti. Suasana kelas yang interaktif juga harus ada evaluasi sederhana persetiap pertemuan, seperti quisioner menarik dan praktis, bisa tertulis maupun lisan. Selain bermanfaat untuk tipe murid yang lain juga akan sangat berguna untuk tipe murid ini.
  4. murid acuh (cuek), kurang antusias dan bersikap positif : tipe murid pada kategori ini adalah tantangan abadi sebagai pendidik. Bagaimana murid acuh menjadi tidak acuh, lalu bagaimana murid tidak acuh menjadi antusias dan akhirnya bagaimana murid antusias itu menjadi bersikap positif adalah dambaan sebenarnya bagi seseorang yang mengerti makna sebagai pendidik. Murid di tipe ini akan teratasi dengan manajemen yang baik. Manajemen bagaimana mereka terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Walau terkesan seperti pegganggu bagi murid lainnya akan tetapi murid-murid seperti ini akan sangat mengerti makna belajar jika tepat dalam menanganinya. Energi dan motivasi perlu ditularkan. Suasana kelas yang aktif dengan melibatkan mereka akan sangat membantu, misalnya, jadikan mereka ketua kelas, atau kepala regu dalam diskusi pelajaran dan sebagainya. Berikan mereka tanggung jawab, jangan acuhkan mereka, rangkul mereka. Biasanya murid-murid ini suka dengan tantangan yang sesuai dengan dunia mereka. Beri mereka tantangan bersama dengan murid -murid dikategori lainnya.
  5. murid tidak peduli (super cuek), tidak antusias dan bersifat negatif: Dalam tata kelola kelas sudah selayaknya murid di kategori ini diberikan perhatian ekstra. Mengetahui latar belakang mereka bertindak seperti itu akan sangat membantu sang guru untuk mencari solusi dan menerapkannya ke dalam kesatuan kelola kelas. Untuk itu ajaklah mereka untuk berbicara empat mata dalam kondisi yang santai, carilah waktu yang pas untuk itu. Percayalah, bukan kemauan mereka untuk menjadi seperti itu, pasti ada latar belakangnya, baik masalah yang mereka sadari ataupun tidak, bahkan mungkin masalah yang tidak kita sadari sebagai guru. Masuklah ke dunia mereka ketika berbicara dari hati ke hati, jangan terlalu menggurui dan jangan terlalu banyak nasehat, fokus kepada masalah mereka sebenarnya dan kelola solusi dalam satu kegiatan pembelajaran setelah menemukan solusi untuk mereka.

Dari penjabaran diatas tentunya hal dasar yang harus di siapkan adalah :

  • Penataan kelas (setting kelas)

Untuk menghasilkan kelas yang interaktif tentunya dibutuhkan juga suasana belajar yang menggairahkan. Gairahnya suasana belajar mengajar tentunya ditunjang dengan penataan kelas yang mendukung untuk terlaksananya hal tersebut. Penataan kelas yang ideal tentunya harus memungkinkan murid duduk berkelompok serta memudahkan pergerakan guru dalam membantu setiap murid belajar. Kelas yang interaktif harus memberikan tempat bagi murid berekspresi, seperti maju ke hadapan teman-temannya untuk menyimpulkan isi pelajaran dari guru di suatu mata pelajaran, berpidato, membaca puisi, presentasi dan melatih percakapan (dalam pelajaran bahasa dan pelajaran umum lainnya), menjawab tugas tertulis didepan kelas (pelajaran matematika dan IPA) ataupun menunjukkan kemampuannya dalam pelajaran seni. Adapun hal-hal yang layaknya diperhatikan dalam menata kelas agar sesuai dengan kondisi yang ada adalah dengan memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Memperhatikan ukuran dan bentuk kelas
  2. ukuran bangku dan meja murid yang ada
  3. jumlah murid di dalam kelas
  4. komposisi kelompok di dalam kelas (sesuai dengan kategori 5 tipe murid diatas)
  5. Jumlah murid pada setiap kelompok pada poin ke-4
  • Penatataan tempat duduk

Tempat duduk termasuk hal yang vital, kalau kata anak-anak murid “tempat duduk menentukan masa depan”. 😀 Tapi bagi pengelola kelas tempat duduk yang sesuai akan menentukan kenyamanan belajar, sebut saja dalam hal ideal, tempat duduk tersebut tidak terlalu besar, bundar atau persegi empat panjang, sesuai dengan tubuh murid, semuanya agar murid dapat duduk dengan tenang.

Karena kelas ideal adalah bersifat dinamis dan tidak statis, maka hal yang perlu diperhatikan adalah kelas bisa dirombak secara cepat sesuai dengan kebutuhan pengajaran, jadi tempat duduk portabel atau mudah dirubah formasinya akan sangat membantu, karena pasti ada saat nya dibutuhan kelas diskusi, kelas cerdas cermat, kelas kelompok dan sebagainya

  • Pengaturan alat pengajaran

Hal ini sangat penting, apa saja? diantaranya adalah :

  1. Perustakaan kelas dimana sekolah yang maju akan memiliki perpustakaan yang dikelola bersama oleh murid dan guru, hal ini penting untuk mendidik dan melibatkan murid.
  2. Alat peraga diatur sedemikian rupa di dalam kelas, tidak mudah dijangkau, diatur murid-murd secara bergantian (piket) untuk menjaga dan merawatnya)
  3. Papan tulis, layar LCD dan lainnya harus terjangkau -eh seluruh peserta belajar, ukurannya sesuai sehingga memberikan ruang bagi guru agar tidak menghalangi pandangan murid.
  4. Papan Presensi Murid diletakkan di bagian depan sehingga dapat dilihat oleh seluruh murid dan difungsikan sebagaimana mestinya. Papan presensi ini dapat dilengkapi pula dengan aturan main atau role play kegiatan belajar yang harus dipatuhi bersama guru dan murid.
Desain Papan Bank Data Kelas Tipe 1

https://simadrasah.com/download-desain-papan-bank-data-kelas-full-edit/

  • Tata Kelola Keindahan kelas seperti hiasan dinding (panjangan kelas) selain yang wajib pada umumnya seperti :
  1. Burung Garuda
  2. Slogan Pendidikan dan Kata-kata motivasi belajar
  3. Peta dunia dan lainnya.

Juga harus mengedepankan hasil karya murid dala kelas itu sendiri. Di samping itu penempatan lemari pun harus sesuai, seperti lemari buku didepan kelas dan alat peraga dibelakang sesuai dengan kondisi kelas tentunya.

  • Tata Kelola Kebersihan akan sangat bagus melibatkan seluruh murid (piket), selain mendidik bertanggung jawab juga dapat menamamkan rasa memiliki bagi para murid.
  • Ventilasi cahaya adalah hal yang sangat penting untuk mendukung tata kelola kelas. Ventilasi yang cukup akan membuat suasana menyenangkan. Pengaturan cahaya pun sangat penting dan harus cukup.
kelas benar

Alternatif disain Kelas

Beberapa manajemen pengelolaan kelas dapat memiliki standar operasional, yang diantaranya :

  1. Kebersamaan, kesatuan dan kerjasama harus dikembangkan dalam kelas. Keterkaitan hati antara guru dan murid serta murid dengan murid harus menjadi pilar utama yang harus dikembangkan dan diutamakan.
  2. Fungsi Pembelajaran secara diskusi atau secara kelompok dapat diminimalkan jika situasi kelas memungkinkan untuk belajar maksimal (layaknya kelas pada umumnya).
  3. Semua elemen baik perorangan ataupun kelompok di dalam kelas harus dilibatkan dalam kegiatan belajar-mengajar, baik itu dalam hal pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kondisi dan kegiatan belajar mengajar itu sendiri.
  4. setiap anggota kelompok harus dibina dan dibimbing dalam menyelesaikan masalahnya, seperti kebimbangan, ketegangan, tekanan dan seluruh hal yang menghambat mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Demikianlah akhir dari tulisan Pengelolaan Kelas Efektif ini. Pada akhirnya relasi positif antara guru dan murid akan mewarnai keberhasilan pengelolaan kelas ini.

Guru ideal adalah guru yang selalu memperhatikan muridnya, terbuka, tanggap terhadap keluhan mereka baik yang tersirat maupun nyata mereka tunjukkan. Guru yang baik akan selalu mau mendengarkan kritik dan saran dari muridnya, selalu dinanti dan dirindukan kehadirannya. Murid akan selalu senang dan ikhlas menerima nasihatnya, aman dan nyaman didekatnya, senang belajar bersama dirinya dan murid merasa guru tersebut adalah bagian dari dirinya.

Sebaliknya, bagaimana dengan guru yang masih kurang ideal?

Guru yang kurang ideal adalah guru yang apatis terhadap muridnya dan membuat murid menjauhinya, tertutup dan acuh terhadap kritik dan saran dari muridnya, hal ini menyebabkan murid pun acuh akan dirinya serta pelajaran yang disampaikannya dengan demikian sikap negatif murid akan mudah untuk terlihat dan menjadi jurang pemisah antara guru dan murid-muridnya. Bahkan dalam skala yang tinggi guru ini akan sangat tidak dinanti kehadirannya dan menyebabkan trauma kepada murid terhadap materi yang disampaikannya.

Guru memang bukan seorang superhero ataupun presiden serta idealnya orang sukses di dunia ini, tetapi percayalah bahwa semua kehebatan didunia ini dan kesuksesan superhero serta individu hebat telah dititipkan ditangan seorang guru oleh TUHAN sang Pencipta Dunia. 

Best regard

businesscard12_1_102423

 

 

 

 

 

 

Tulisan sebelumnya :

 

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by