Membangun Relasi Positif

Sesuai dengan postingan sebelumnya mengenai bagaimana cara membuat ide besar kita menjadi kenyataan, maka pada judul kali ini penulis menyampaikan uraian singkat bagaimana cara Membangun Relasi Positif.  Relasi positif ? Mungkin bahasa ini sering kita dengar dalam kehidupan sehari – hari. Sebelum kita melangkah lebih jauh, ada baiknya kita menyamakan persepsi mengenai pengertian dari Relasi Positif ini.

Pernahkah kalian secara tulus menghormati orang lain? Atau memuji orang yang tidak kalian kenal sebelumnya dengan tulus? Atau pernahkah kalian bertengkar dengan sangat hebat sehingga menyebabkan permusuhan yang berlarut-larut (Relasi Negatif)?  Pernahkah kalian menangis didalam sebuah kisah percintaan? Itulah Relasi dan dinamikanya. Relasi atau Hubungan bisa bersifat positif dan bisa juga bersifat negatif . Relasi Positif  dapat meningkatkan kualitas hidup kita dan sebaliknya dengan Relasi Negatif yang akan secara otomatis menurunkan kualitas hidup. Supaya tidak berputar-putar kita langsung saja ke contoh-contoh kasunya ya 😉

  • Seorang Pelajar, sebut saja namanya Tono, merasa kurang nyaman dengan kondisi yang terjadi di tempat sekolah nya. Suasana di tempat itu membuatnya sengsara, karena dia merasa tidak diperhatikan oleh teman-temannya, para guru maupun orang-orang disekitarnya. Apa yang menjadi keinginannya seakan terhambat oleh hal ini. Hal yang membuat Ide, Pikiran dan kemampuan Tono terhambat.

Tentunya Hal yang dialami Tono ini dapat terjadi oleh teman-teman yang lain bukan?  Mungkin ada yang terlihat jelas, bahkan banyak sekali yang tidak terlihat. Seorang Remaja biasanya ahli dalam menutupi masalahnya, namun demikian masalah seperti ini harus cepat diselesaikan, jangan sampai berlarut-larut, lebih cepat maka akan lebih baik. Masalah  ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak setiap saat, bahkan ketika dia telah menjadi orang sukses nanti. Dapat ditarik kesimpulan bahwa Tono bermasalah pada Relasi Positif dengan sekitarnya. Jelas akan membuat kemunduran dalam kehidupan Tono dan akan sangat berbahaya lagi mengingat pada kasus ini Tono berada pada usia remaja yang penuh godaan.

Perlu kita ketahui bahwa hubungan atau Relasi dipengaruhi oleh Rasa Kemitraan dan Saling Percaya. Nah sebelum kita membahas lebih lanjut, cobalah dengan jujur untuk menjawab Essay di bawah ini, kalian bisa menjawabnya di kolom komentar, atau jika malu atau tidak mau diketahui identitasnya kalian juga bisa mengirimkan jawaban atau pertanyaan ke e-mail kami  senopatieducationcenter@gmail.com

Berikut Essay nya :

  1.  Apakah yang dimaksud dengan Relasi Positif menurut pendapat Kalian?
  2. Ceritakan Pengalaman kalian dalam membangun sebuah Relasi yang Positif, bisa dengan teman yang kini menjadi sahabat, teman Sekolah atau Bimbel kalian, teman di les musik, guru, orang tua dan sebagainya?

Dengan Essay diatas, tim akademik Senopati Education Center akan dapat membantu kalian secara lebih spesifik, sesuai dengan permasalahan yang kalian hadapi. Permasalahan setiap individu tentunya berbeda-beda, walaupun bisa diambil benang merah atau kesamaan, tetap tetap saja keadaan lingkungan beserta unsur-unsur yang mendukungnya ada perbedaan sehingga membutuhkan solusi yang berbeda pula.

Berikut alur timbulnya sebuah relasi serta  beberapa tips untuk untuk orang tua, guru dan patner pendidik.

  • Seperti yang telah dituliskan diatas, maka hal utama adalah Rasa Kemitraan dan Saling Percaya.

Relasi dan dinamikanya bisa menjadi positif jika diiringi dengan hal ini. Orang tua jelas memegang peran penting. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, anak pertama sekali melakukan interaksi dilingkungan keluarga. Biasanya masalah yang dihadapi anak di rumah dan tidak terbaca oleh orang tuanya akan secara tidak sadar dibawa ke sekolah. Dalam hal ini sang guru di sekolah dapat melihat secara langsung dari penampilan anak yang tidak seperti biasanya atau mungkin nilai akademis ataupun tingkah lakunya. Jika masalah ini tidak terbaca juga di sekolah maka si anak secara sadar maupun tidak sadar akan membawa permasalahan ini ke lingkungan sekitarnya, dalam hal ini yang berperan adalah patner pendidik, siapa itu? Guru Bimbingan Belajar atau guru kursus nya adalah salah satu elemen ini, setelah itu bisa teman-teman pergaulannya, orang tua teman dan sebagainya yang mengajarkan akan kebaikan. Salah satu nilai lebih bagi orang tua adalah apabila si anak belajar di lembaga bimbingan belajar atau kursus, kenapa? karena ruang lingkup kontol orang tua akan semakin mudah.

Jika masalah ini tidak terbaca oleh seluruh elemen diatas, maka hal itulah yang akan membuat anak memendam masalahnya dan akan terbawa dalam kehidupan berikutnya. Bahkan sangat berbahaya jika dipengaruhi oleh lingkungan yang negatif. Seperti pada contoh diatas, jika Tono tidak segera menemui solusi permasalahannya maka dia akan menjadi seorang anak bermasalah, ekspresi yang ditonjolkannya dalam kehidupan sehari-hari  bisa berupa menjadi anak yang pendiam, anak yang nakal dan suka mencari perhatian, atau anak yang sibuk dengan urusannya sendiri. Hal ini jelas akan sangat mengganggunya untuk membina relasi positif dengan lingkungannya,  hal yang nyata serta bisa dirasakan dalam waktu dekat adalah menggangu prestasinya.

Berikut diagram yang bisa mempermudah kita untuk memahami bagaimana awal timbulnya relasi negatif :

2019-12-25-22-30-00

Dari diagram diatas bisa kita lihat bagaimana pentingnya peran orang tua. Orang tua lah yang dapat mengkoordinir semua elemen pendidikan untuk memantau anaknya. Relasi Positif Orang tua dengan elemen yang ada di sekitarnya jelas sangat dibutuhkan. Masalah yang dihadapi Tono seperti pada kasus diatas akan dapat cepat terselesaikan jika Orang Tua memiliki relasi positif dengan guru. Guru sebagai pendidik di sekolahnya bisa melihat dengan kacamatanya sebagai akademisi, akan tetapi dengan jumlah anak yang banyak di dalam satu kelas, bahkan satu sekolah, maka guru juga perlu masukan orang tua. Orang tua yang memiliki relasi indah dengan guru akan dengan mudah bekerjasama menyelesaikan masalah Tono. Masalah ini juga bisa diketahui terlebih dahulu oleh mitra pendidik seperti guru Bimbingan Belajarnya. Lembaga Bimbingan Belajar sebagai mitra sekolah secara umum memang mengkondisikan bagaimana si anak lebih terbuka dalam menghadapi permasalahan belajar di sekolahnya. Posisi mereka sebagai guru yang menyelesaikan solusi akan mempermudah orang tua mengetahui lebih dini permasalahan yang dihadapi anak, dalam hal ini jika orang tua Tono memiliki relasi positif kepada guru Bimbingan Belajar atau kursus nya maka ketiga elemen ini (Orangtua, guru dan patner pendidik) akan cepat menyelamatkan Tono dari masalah yang mengganggunya. Jika tidak maka masalah itu akan di bawa Tono ke jalanan. Jalanan dalam hal ini adalah apa yang ditemui serta perilaku dia sehari-hari. Tidak jarang kita lihat anak-anak yang sering cari perhatian, mendapati lingkungan yang negatif seperti narkoba dan terjebak di dalamnya, maka disini kembali lagi pada bekal dasar yang didapati anak semasa kecilnya. Jika Tono memiliki bekal Agama yang baik dari orang tuanya, maka pencarian jati dirinya akan semakin mudah di jalanan, artinya Tono akan memiliki rem untuk hal negatif. Pengaruh positif akan lebih banyak terbawa ke dalam kepribadiannya. Tono akan semakin mudah membawa dirinya ke hal-hal yang positif dengan lingkungan yang baik pula. Kembali lagi orang tua lah yang sangat berperan.

Begitulah secara garis besar timbulnya sebuah masalah pada anak dan remaja. Masalah pasti akan terus ada selama kita hidup, tetapi bagaimana cara masalah itu cepat terselesaikan? Masalah yang cepat terselesaikan akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan hal ini dibutuhkan relasi positif. Pada tulisan berikutnya penulis akan menjabarkan satu per satu bagaimana membina :

  1. Relasi Positif Orang Tua dan Anak
  2. Relasi Positif Guru Pendidikan Formal dan Anak
  3. Relasi Positif Guru Pendidikan Non Formal dan Anak
  4. Relasi Positif Anak dan lingkungan sekitarnya
  5. Relasi Positif Orang Tua dengan Guru Pendidikan Formal, Non Formal dan lingkungan sekitarnya.

Jadi tetap ikuti terus website ini ya, jika ada pertanyaan, masukan, saran dan kritikan silahkan langsung tuliskan dikolom komentar, bagaimanapun tulisan ini tidak akan lengkap dan menarik tanpa adanya semua itu. Semua yang penulis jabarkan berasal dari pengalaman pribadi, pengalaman sebagai pengajar, berbagai daftar pustaka dan hasil survei secara kualitatif di lingkungan penulis.

Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya guys, tetap semangat 😉

 

 

 

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?