guru dan anak

Guru, Presenter dan Teknologi bagian kedua

Dear all

Melanjutkan tulisan yang berjudul Guru, Presenter dan Teknologi bagian pertama (sesuai link di bawah ini),

relasi positif antara guru dan anak (murid) dewasa ini akan selalu diiringi oleh teknologi. Aplikasi, software, website bahkan media sosial dapat dijadikan sarana untuk mempermudah proses belajar mengajar bukan? semua hal ini tentunya sangat membantu dalam aspek kognitif murid, tetapi bagaimanakah dengan aspek afektif?  Aspek afektif seperti kecerdasan emosional (emotional intelligence) yang sangat dibutuhkan oleh murid jelas belum bisa tergantikan oleh aplikasi dan lainnya. Kenapa?  Karena sesuai dengan pengertiannya sendiri, yaitu  kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri, untuk berempati terhadap perasaan orang lain dan untuk mengatur emosi, yang secara bersama berperan dalam peningkatan taraf hidup seseorang. Dari pengertiannya ini maka bisa kita pahami bahwa hal ini membutuhkan keterlibatan emosional antara guru dan anak.

Relasi positif antara guru dan anak  jelas membutuhkan tatap muka dan seorang guru yang baik harus berfungsi sebagai Fasilitator, Energizer dan Motivator . Pertanyaannya adalah bagaimana langkah awal dari menerapkan fungsi guru tersebut? Ada pepatah yang mengatakan tak kenal tanda tak sayang , maka dari itu guru harus bisa menyakinkan atau bahkan memenangkan hati murid agar nyaman belajar bersamanya mengarungi ilmu-ilmu baru yang akan di tempuh oleh murid itu sendiri. Menyakinkan atau memenangkan hati murid bagi seorang guru tentunya harus diiringi dengan teknik mengajar yang baik. Teknik mengajar yang baik ini yang akan menjadi gerbang bagi seorang guru untuk membina relasi positif antara murid dan dirinya. Teknik yang baik akan membuat murid nyaman dalam belajar.

Guru mempunyai cara sendiri yang khas berdasarkan naluri alamiahnya dalam mengajar, tetapi tentunya teknik mengajar yang baik secara garis besar  bagi seorang guru bisa dijabarkan. Dimulai dari hal yang sederhana yaitu bagaimana proses pembelajarannya di dalam kelas, antara lain adalah

  • Fungsi gerak tubuh (Bahasa Tubuh) dan ekspresi wajah
  1. Gerak Tubuh atau lebih tepatnya Bahasa Tubuh (Body Language) sangat penting dalam mengajar, dengan bahasa tubuh yang tepat maka guru akan dapat membuat murid memahami dan melakukan dengan benar sesuatu yang ingin guru inginkan murid itu bisa. Begitu juga ketika seorang guru menggunakan alat peraga. Bahasa tubuh ini tentunya juga harus diikuti oleh ekspresi wajah yang sesuai dan selaras. Ekspresi wajah dan bahasa tubuh ini harus berjalan alami. Guru harus menjadi dirinya sendiri. Keterkaitan hati pada relasi positif guru dan anak tidak akan bisa terjadi dengan berpura-pura bukan? Guru boleh meniru cara seseorang yang dikaguminya akan tetapi harus tetap menjadi dirinya sendiri.
  2.  Masuklah pada dunia murid itu sendiri. Guru sebagai presenter yang baik tentunya mengetahui usia audience nya secara umum yang dalam hal ini adalah muridnya, guru juga harus mencari tahu apa yang mereka sukai saat ini secara umum, bagaimana bahasa yang tepat untuk menyampaikan sesuatu kepada mereka. Hal ini akan membuat murid nyaman untuk bertanya kepada guru.
  3. Prioritas pembelajaran atau penekanan intisari pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kemampuan rata-rata anak di kelas. Mulailah dari hal yang paling sederhana sebelum ke hal yang mungkin bagi usia mereka rumit. Buatlah sesuatu yang sulit menjadi mudah, mudah menjadi kebiasaan, kebiasaan yang akan menjadi budaya dan budaya yang bisa menjadi prestasi.
  4. Bahasa tubuh dan ekspresi wajah ini mungkin hal sepele bagi beberapa guru, tetapi percaya atau tidak hal ini akan sangat membantu dalam mengontrol suasana belajar mengajar yang kondusif di kelas tanpa perlu terlalu banyak menasehati anak yang membuat kegaduhan. Kenapa? karena guru mempunyai peluang memenangkan hati murid.

Fungsi gerak tubuh (Bahasa Tubuh) dan ekspresi wajah ini akan terbagi lagi menjadi point-point di bawah ini. Point ini sengaja tidak kami jabarkan terlalu banyak, karena kami yakin guru akan bisa menerjemahkannya sendiri sesuai dengan kondisi mengajar. Apakah poin-poin itu?

  • Teknik Gerakan Mata

Gunakan kontak mata secara efektif dan efisien  karena mata menunjukkan apa yang guru rasakan dalam hati dan itu fondasi utama dalam relasi positif guru dan anak. Mata dapat membantu guru menyampaikan pesan materi secara pribadi kepada masing-masing murid. Memandang langsung kepada murid dapat membangkitkan kepercayaan murid itu sendiri. Mata terbuka lebar (normal) akan menunjukkan keyakinan diri bagi guru di hadapan para murid.  Jangan lupa untuk melemparkan senyum dan pujian dengan tulus. Mata yang setengah tertutup, mengisyaratkan kesangsian, hindari memandang siswa yang membuat siswa merasa takut.  Peragakanlah wajah-wajah yang ramah, simpatik, tersenyumlah kepada mereka dan kuasailah mereka satu persatu. Tentunya hal ini harus berjalan apa adanya jangan menjadi orang lain.

  • Teknik Gerakan Tangan

Belajarlah berbicara sambil menggerakkan tangan :

Hindari untuk melakukan hal negatif seperti :

  1. Menunjuk muka dengan jari telunjuk ke murid. Hal ini hanya akan menyebabkan mental murid terganggu bahkan bisa membuat murid takut untuk terbuka kepada guru.
  2. Memasukkan tangan ke saku. Hal ini bisa menunjukkan bahwa guru kurang yakin atau santai.
  3. Menggenggam tangan di belakang tubuh terlalu lama.
  • Teknik Gerakan Bahu

Bahu dapat menyampaikan kepercayaan diri seorang guru, jika guru menariknya kebelakang, akan merasa percaya diri. Gerakan yang wajar dan teratur membuat guru biasanya lebih santai serta merasa lebih percaya diri.  Tubuh yang bergerak sangat penting dalam menjalin komunikasi dua arah dengan murid. Jangan ragu untuk mengubah-ubah posisi, karena  kurangnya gerakan akan membatasi suasana sehingga relasi positif kurang tercapai. Berjalan menguasai kelas  agar para murid  lebih jelas melihat gerakan tubuh, mendengarkan guru sesuai kondisi kelas dengan bervariasi juga akan membantu.

Bagaimana dengan Manajemen Suara? Suara bagi seorang guru sangat penting, bukan hanya dalam menampilkan slide presentasi saja, akan tetapi juga dalam mencairkan suasana kelas agar sesuai dengan yang guru inginkan untuk terjadi. Berikut hal-hal yang mencakup dari manajemen suara :

  • Artikulasi

Kemampuan guru dalam mengucapkan kata-kata secara benar, tepat dan jelas akan membuat murid mendengar dan mengerti dengan mudah apa yang dimaksud. Menguasai keterampilan artikulasi, biasanya dihubungkan dengan kecerdasan dan akan berdampak bagi fokus dan kepercayaan murid.  Semakin baik seorang guru mengartikulasikan, maka akan siswa akan semakin yakin guru adalah seorang yang kompeten dan berpengetahuan. Hal ini akan membuat murid nyaman dan terbuka kepada guru itu sendiri.

  • Variasi Vokal

Kurangnya variasi vokal akan membosankan bagi murid secara umum. Gunakan kemampuan mengubah kecepatan atau tempo, dimana perlu diletakkan titik nada tinggi, rendah atau kekerasan suara. Tempo penyampaikan guru, mengacu pada cepat lambatnya artikulasi kata-kata atau anak kalimat. Kekerasan suara didasarkan pada kemampuan murid dalam mendengarkan setiap kata yang guru ucapkan. Gunakan suara untuk menegaskan bagian yang penting . Variasi suara menciptakan dampak maksimum bagi keberhasilan guru membina relasi positif dengan muridnya.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam era teknologi saat ini tentunya adalah bagaimana seorang guru memanfaatkan alat peraga. Kondisi di Indonesia tentunya alat peraga di masing-masing sekolah akan bervariasi, mulai dari yang sangat modern sampai yang ketinggalan zaman. Tapi seorang guru yang baik adalah guru yang kreatif akan keadaan itu.

Secara garis besar bagaimana manfaat alat peraga dan cara memaksimalkanya secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Sinyal-sinyal non verbal sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran, jadi seorang guru yang baik harus bisa mengedepankan sinyal-sinyal ini dengan apapun alat peraga yang ada padanya.
  2. Pelu diingat bahwa alat-alat peraga menjadi perangkat pendukung yang sangat membantu pencapaian target materi pelajaran. Perangkat pendukung bukan berarti perangkat utama bukan? Gurulah yang menjadikan alat peraga ini berarti. Sebagai contoh, papan tulis yang bisa menjadi touch screenpun tidak akan effektif jika tidak dimaksimalkan oleh guru, guru lah yang mengatur alurnya.
  3. Dengan alat peraga guru bisa lebih mencapai aspek-aspek seperti visualisasi materi dan aplikasi konsep sehingga  akan memudahkan murid dalam memahami materi secara sederhana. Guru juga bisa mengkomunikasi gagasan/materi dengan lebih cepat. Hal ini dapat meningkatkan dan mempertahankan minat murid itu sendiri karena guru berhasil menjelaskan prinsip dan konsep yang rumit dengan lugas dengan lebih sederhana. Guru akan lebih siap dan percaya diri  dan banyak hal positif lainnya yang bisa di capai. Hal ini akan sangat sesuai untuk proses belajar mengajar aktif karena dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap keterpaduan materi serta mengurangi ketegangan siswa saat belajar.  Dengan guru yang kreatif maka alat peraga ini akan membuat kelas lebih variatif dan menyenangkan.  Suasana kelas yang baikpun tercipta dan memudahkan murid untuk dapat memahami kata kunci dari materi pelajaran yang dipelajarinya.

Demikian tulisan ini kami jabarkan, hal ini tentunya berlaku bagi semua profesi guru, baik di sekolah formal maupun non formal.  Revolusi Mental yang ingin di capai oleh bangsa Indonesia ini tidak akan pernah tercapai tanpa peran seorang guru. Guru tidak akan pernah tergantikan oleh aplikasi karena Kecerdasan Emosional lebih dominan dalam kehidupan nyata dibandingkan dengan Kecerdasan Intelektual, suka tidak suka hal ini sudah terbukti dari masa ke masa.

Guru menggunakan Teknologi untuk mendidik serta mengajar bukan sebaliknya Teknologi menggunakan guru untuk mengajar. 

Kalimat diatas mungkin bisa mewakili betapa pentingnya peran seorang guru dalam masa depan murid. Aplikasi bisa menggantikan aspek kognitif tapi belum tentu bisa menggantikan aspek afektif. Ilmu yang tidak disertai oleh budi pekerti yang baik hanya akan menghasilkan kehancuran demikian juga halnya dengan Budi pekerti yang tidak disertai oleh ilmu yang cukup.

Akhir kata jika ada penulisan yang salah atau makna yang tak berkenan di hati kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tulisan ini tentunya tidak akan berkembang tanpa masukan dari teman-teman semua. Kami sangat mengharapan masukan, tanggapan, saran bahkan kritikan dari teman-teman semua, karena biar bagaimanapun masalah pendidikan di Indonesia adalah tanggung jawab semua rakyat Indonesia. Silahkan tuliskan di kolom komentar 😉

Best regad

businesscard12_1_102423

 

 

 

Comments

  • vitria
    Reply

    keren nih, website nya

    • sec

      Thanks 😉

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by