PERAN IQ, EQ dan KIDPRENEUR UNTUK MEMBENAHI MENTAL BANGSA INDONESIA

Dear all
 
Tulisan hanya sebuah pemikiran mengenai bagaimana pentingnya peran EQ, IQ dan Kidpreneur sebagai salah satu solusi dalam membenahi Mental Bangsa Indonesia. Terutama pasca pandemi covid-19 saat ini.
 
Sebagai tinjauan dari posting sebelumnya, IQ adalah kemampuan otak manusia sebagai tiket awal  untuk menjalani kehidupan di dunia ini, IQ yang dibawah rata-rata tentunya adalah takdir sang Pencipta sedangkan IQ diatas rata-rata akan mudah untuk menjalani kehidupan ini hingga titik sukses, IQ pun ada hitungan layaknya matematika (Lihat di arsip blog kami). EQ adalah Kecerdasan Emosional dan merupakan tiket kesuksesan seseorang dalam menjalani seluruh rintangan yang ada di Dunia ini. Banyak orang pintar yang jatuh terpuruk dan banyak juga orang yang dinilai biasa-biasa saja berdiri tegak menjulang sukses. Seorang yang Drop out dari Kampus bukan tidak mungkin akan memimpin dan membawahi tenaga ahli dengan nilai IPK diatas rata-rata bukan?
 
Bagaimanakah dengan Kidpreneur? Kidpreneur adalah usaha untuk menanamkan nilai-nilai Wirausahawan/Entrepreneur sejak dini kepada anak. Apakah hubungannya dengan IQ dan EQ?  EQ tebentuk karena sebuah proses. Berbeda halnya dengan IQ,  EQ membutuhkan lingkungan dan lainnya hingga terus berkembang sehingga menjadi kebiasaan. Dari Bayi hingga masa kanak-kanak, Masa Remaja adalah Penentu awal tertanamnya EQ pada seorang, karena diusia 25 hingga 40 Tahun EQ sudah menetap di pembawaan/karakter seseorang. Ciri-ciri orang yang memiliki EQ terlihat pada masa remajanya, dan keberhasilannya melewati masa itu akan tertanam hingga masa tuanya. Banyak remaja yang kandas ketika Ia telah memilikinya dikarenakan faktor lingkungan, keluarga dan banyak hal. Ciri-ciri seorang Remaja yang mempunyai EQ baik, ternyata sama dengan karakter seorang WIRAUSAHAWAN / ENTREPRENEUR. Percaya atau tidak mari kita tinjau bersama.
 
Sekilas tentang Entrepreneur
Kata Wirausahawan  atau “pengusaha” diambil dari bahasa Perancis “entrepreneur” yang pada mulanya berarti pemimpin musik atau pertunjukan. Didalam dunia usaha seorang entrepreneur adalah  pemimpin dan penentu ibarat seorang komposer musik , pencipta lagu di  sebuah Band. Seniman sepak bola layaknya Diego Armando Maradona dan lainnya.
 
Wikipedia menuliskan bahwa untuk memulai usaha , entrepreneur dibagi menjadi 4 sub kategori. Sub kategori ini akan menentukan kemampuan yang diperlukan oleh seorang entrepreneur, yaitu :
  1. Penemu, penemuan atau metodologi, mendefinisikan konsep, unik, baru
  2.  Inovator , entrepreneur ini menerapkan sebuah penemuan atau teknologi baru atau metodologi guna  memecahkan masalah baru atau memulai usaha baru
  3.  Marketer ,  entrepreneur ini juga mampu mengindentifikasikan kebutuhan dipasar juga dapat memenuhinya dengan produk baru atau produk subtitusi  baik itu milik sendiri atau milik orang lain yang lebih efesien
  4.  Oportunis, entrepreneur ini pada dasarnya seorang broker atau  pialang, makelar atau affiliate yang menyesuaikan antara kebutuhan dengan  jasa diberikan serta komisi yang didapat
Dari Wikepedia, kita pahami bahwa seorang Entrepreneur bukan hanya pedagang yang selalu cari untung. Seorang yang memanfaatkan jabatannya dan tanggapan negatif lainnya, justru sebaliknya. Semua profesi bahkan harus memiliki sikap Entrepreneur, percaya? Seorang Dokter perlu memiliki lebih dari pengetahuan tentang medis dan pengobatan, ia perlu membangkitkan rasa percaya diri pasiennya, Ia perlu menjual dirinya. Pemimpin perusahaan harus menyakinkan Investor ataupun pemegang saham, Ia menjual dirinya, begitu juga dengan profesi lainnya yang ada di dunia ini?
 
Entrepreneur bukanlah ilmu baru, sejarah telah membuktikan bagaimana dunia telah berkembang pesat dengan adanya para entrepreneur. Menjadi seorang entrepreneur adalah cita-cita yang mulia.  Banyak tokoh-tokoh besar didunia adalah seorang entrepreneur,  bahkan Nabi besar Islam , Nabi Muhammad,  tokoh paling berpengaruh didunia, adalah seorang entrepreneur sebelum akhirnya menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun di Gua Hira Arab Saudi tepatnya di kota Makkah. Nabi Muhammad  sudah belajar berdagang semenjak beliau kecil, semenjak masih dalam asuhan Halimah yang mengasuh beliau dan bimbingan Paman Beliau Abu Thalib sampai remajanya. Beliau selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap transaksi perdagangan yang dilakukan, sehingga tak heran jika akhirnya barang dagangannya laris diburu pembeli.
 
Sekarang mari kita lihat tabel dibawah ini untuk lebih menyakinkan, Tabel ini disusun acak akan tetapi mempunyai inti persamaan. ( Klik Tabel dibawah ini )
 
Mengajarkan Entrepreneur sejak dini akan mengasah Kecerdesan Emosional Seseorang

 

 
Entrepeneur bukan sekedar menjual. Layaklah ilmu, entreperenur  ini harus dilatih sejak dini secara lengkap bersama dengan pelatihan moral yang seharusnya untuk menjadi seorang entrepeneur sejati. Mari kita coba kumpulkan bersama data-data berapa orang yang ditangkap oleh KPK di instansi-instansi pemerintahan yang terhormat, banyakkah mereka dari kalangan WIRAUSAHAWAN ?  sampaikah pada 10% dari total keseluruhan? Ternyata jawabannya hanya sedikit dari kalangan entrepreneur yang terlibat. Harus kita akui bersama kalau Bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak Pengusaha untuk membuka lapangan Kerja baru. Terutama pada masa pemulihan pasca pandemi Covid-19 ini .
 
Maka Jiwa sang entreprenur seharusnya dapat dilihat dalam untaian kalimat  di bawah ini :
 
Anda seorang pendobrak, Anda memiliki gairah dan komitmen yang tidak dimiliki orang lain. Anda memiliki kemampuan untuk “melanggar aturan”  yang menghambat Anda melakukan kegiatan. Anda seorang pendobrak karena Anda ingin melakukan sesuatu yang hebat, ingin memiliki karir yang memuaskan, investasi yang banyak, kaya raya, dan tidak ingin mengorbankan diri sendiri demi kesuksesan itu.
 
 
Makna uraian di atas sangat luas, kalimat :
pendobrak adalah sebuah kegigihan untuk melawan zona nyaman yang selalu menghantui dan menghambat sebuah kemajuan.
gairah dan komitmen yang tidak dimiliki orang lain adalah kekuatan yang selalu berorientasi pada pemecahaan masalah bukan keluhan.
tidak ingin mengorbankan diri sendiri demi kesuksesan itu. artinya seorang entrepreneur jauh dari kata egois dan serakah, karena entrepreneur sejati harus selalu menjadi bermanfaat untuk orang lain, semakin banyak dia bermanfaat bagi orang disekitarnya, maka akan semakin sukses pula dirinya.
kemampuan untuk “melanggar aturan” artinya seorang entrepreneur akan selalu siap untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru, selalu berinovasi dan tidak stagnan terhadap kebiasaan pada umumnya. Seorang Entrepreneur adalah seorang yang jujur pada dirinya sendir, pada orang lain dan pada idenya.
 
Pertanyaannya adalah, bagaimanakah cara mengajarkan hal ini pada anak di sekolah, rumah dan lingkungan lainnya?
 
Pada Postingan berikutnya kami akan menjabarkan penerapannya pada Anak, Tolong bantu Share, Kasih masukan dan Tanggapan ya all 🙂 See you soon!
 
 

Sumber dan Daftar Pustaka

Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/The_100_(buku)   (1)
Christine Comaford-Lynch, Dobrak Insting Bisnismu, PT Bhuana Ilmu Populer kelompok Gramedia 2007   (2)
The 100Michael H. Hart, Carol Publishing Group, July 1992, paperback, 576 halaman   (2)
Al. Tridhonanto&Brenda Agency, Meraih Sukses dengan Kecerdasan Emosional, PT.Gramedia Jakarta
 
 
     

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?