Cara Mengelola Emosi untuk Sukses bagian pertama

Dear all

Kembali lagi bersama #seconline dalam penyajian artikel serta tip bermanfaat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Berdasarkan artikel sebelumnya yang berjudul  Cara menemukan adanya indera keenam di dalam diri , telah kami bahas sedikit mengenai tekanan di dalam hidup. Kondisi tertekan jelas berbeda dengan intuisi. Tekanan atau pressure merupakan suatu yang tidak terhindarkan dalam kehidupan. Mencoba menghindarinya sama dengan melarikan diri dari kenyataan.

Pernahkan Anda mengalami kesulitan dalam belajar? fokus ? atau belajar pada saat Anda sedang mengalami permasalaah emosional? Banyak siswa/i yang kurang begitu suka pada pelajaran matematika, bahkan tidak sedikit yang menjadikan pelajaran itu sebagai sebuah beban hidup. Begitu juga halnya siswa/i yang kurang suka dengan pelajaran yang bersifat hafalan. Berbagai “kambing hitam” akan muncul untuk mengindari hal-hal yang sulit bagi mereka. Terkadang kita tidak menyadari emosi yang sedang dirasakan sehingga memunculkan prilaku yang tidak diinginkan.

Menghadapi tekanan sangat erat kaitannya dengan mengelola emosi. Penting bagi kita untuk mempelajari bagaimana cara mengelola emosi. Salah satu hal terpenting dalam mengelola emosi tentunya adalah kemampuan kita dalam mengatur tekanan dan mentransformasikan menjadi hal-hal yang positif. Tekanan tidak bisa di hindari, periksa kembali bagaimana cara kita menanggapi tekanan dan temukanlah strategi untuk mengatasinya.

Semua orang sukses di dunia ini adalah hasil dari sebuah tekanan. Semua adalah bagaimana cara mereka merespon tekanan itu sendiri.

Perbedaan orang sukses dan orang gagal terletak pada kercerdasan dan ketangguhannya dalam menganggapi kesulitan yang dialaminya.

 

Ada 3 tipe manusia dalam menghadapi rintangan atau tekanan. Coba jujur pada diri Anda, dimanakah Anda selama ini ?

slide1

Paul G Stolt (2000,2003)

Quitter

Quitter merupakan kelompok orang yang kurang memiliki kemampuan untuk menerima tantangan dalam hidupnya. Jenis orang di kelompok ini biasanya selalu cari aman. Setiap ada tantangan baru seperti peluang kerja atau peluang usaha atau peluang naik jabatan selalu di pikir ribuan kali, selalu fokus kepada resiko. Siswa/i kita ketika memilih sekolah takut untuk menargetkan ke sekolah favorit karena tidak mau ambil resiko dan masih banyak contoh lainnya. Hal ini tentunya menutup segala peluang yang akan menghampirinya. Terkadang tipe kelompok ini sering mendahului Sang Pencipta. Bagaimana tidak? Takdir Tuhan saja belum tahu sudah bilang tidak mungkin bisa 😀  Kelompok ini juga kurang atau bahkan tidak kreatif. Kontribusi mereka terhada kehidupan pun sangat kecil.

Camper

Kelompok ini sudah memiliki kemampuan untuk berusaha menghadapi masalah dan tantangan yang ada., namun mereka mereka melihat bahwa perjalanannya sudah cukup sampai disini. Berbeda dengan Quitter, kelompok ini sudah pernah menerima, berjuang menghadapi berbagai masalah, namun mereka memilih untuk berhenti mencoba. Ketika seorang siswa bernama Eko yang sudah berjuang menghadapi ulangan matematika yang tetap hanya mendapatkan nilai 5, maka ia pun menyerah dan menganggap dirinya tidak akan bisa. Begitu juga seperti seorang yang sedang merintis sebuah usaha yang pada akhirnya merasa dia telah gagal, ataupun seorang pekerja yang sudah berjuang bertahun-tahun naik jabatan, tapi setelah selalu gagal maka ia pun menyerah. Bukan kah di dunia ini semua terobosan ilmu pengetahuan tercipra dari beribu-ribu kegagalan? coba lihat bagaimana Thomas Alfa Edison yang tidak menyerah dalam percobaannya dan akhirnya menemukan lampu. Permasalahan pada kelompok Camper ini adalah mereka menyerah disaat mereka mulai mendaki bukit kesuksesan.

Climber

Kelompok ini adalah kelompok yang memilih tetap bertahan dan berjuang untuk menghadapi berabagai rintangan dan tekanan yang mereka hadapi. Mereka adalah inspirasi. Kelompok ini adalah kelompok yang percaya bahwa mereka bisa. Kelompok ini mungkin bukanlah individu yang kuat, tercepat atapun terhebat. Kelompok ini hanya percaya alau mereka bisa. Tantangan adalah hal natural yang harus di hadapi untuk bertemu tekanan berikutnya.

Kembali kepada pertanyaan pertama,   berada di tipe manakah Anda selama ini?

Jawablah Soal latihan pada gambar di bawah ini.

 

slide2

 

Sampai jumpa pada artikel berikutnya 🙂

 

 

 

 

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Ada yang bisa kami bantu?