Indonesia

Senopati Center mengutuk Penghancuran Rumah Ibadah

Bocah Evan Meninggal Akibat Bom Gereja di Surabaya, Adiknya Kritis

Link diatas adalah berita hari ini 13 Mei 2018. Indonesia kembali dihadirkan oleh kabar duka dengan perbuatan biadab aksi terorisme yang banyak mengatasnamakan Agama.  Para Politisi sibuk saling mengecam dan ada juga yang memasukan nuansa politis untuk Pemilihan Presiden yang akan datang sebentar lagi. Percepatan rampungnya Undang-Undang Terorisme  serta kecaman terhadap POLRI terus berdatangan. Tentunya sebagai warga negara yang baik dan beradab kita tidak bisa hanya berpangku tangan dan ikut menyebarkan berita hoaxx yang bernuansa SARA dan politik praktis. Kepekaan atas penderitaan para korban yang merupakan saudara sebangsa harus lebih menghujam ke sanubari kita.

Apakah Islam yang menyebabkan paham radikal ini? Walaupun penulis beragama Islam, disini penulis akan mencoba untuk menguraikannya secara netral.

Berikut fakta-fakta yang ada dalam Islam beserta sejarahnya :

  1. al-Quran surat al-Baqarah ayat 114 yang bunyi terjemahannya kira-kira demikian:وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا  أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ“Lalu, siapakah yang tepat dianggap lebih zalim daripada orang-orang yang berusaha melarang dan menghalang-halangi disebutnya nama Tuhan di tempat-tempat peribadatan serta berusaha menghancurkan tempat-tempat tersebut. Padahal mereka tidak berhak memasukinya kecuali dalam keadaan takut kepada Tuhan. Kelak mereka (yang menghancurkan tempat-tempat peribadatan) akan mendapatkan kesengsaraan di dunia dan siksaan yang berat di akhirat”.
  2. Dalam kitab at-Tabaqat karya Ibnu Sa’d dikisahkan bahwa  ketika datang utusan Kristen dari Najran berjumlah enam puluh orang ke Madinah untuk menemui Nabi, Nabi menyambut mereka di mesjid Nabawi. Menariknya, ketika waktu kebaktian tiba, mereka melakukan kebaktian di mesjid. Sementara itu, para sahabat berusaha untuk melarang mereka. Namun Nabi memerintahkan: da’uuhum ‘biarkanlah mereka’.
    Melalui perintah ini, sahabat memahami bahwa Nabi mempersilahkan mereka untuk menggunakan mesjid Nabawi sebagai tempat kebaktian sementara. Mereka melakukan kebaktian dengan menghadap ke timur sebagai arah kiblat mereka. Peristiwa bersejarah yang menunjukkan sikap toleransi nabi ini terjadi di hari minggu setelah Asar tahun 10 H. Peristiwa ini juga terekam dengan sangat baik dalam beberapa babon kitab sejarah seperti Tarikh al-Umam wa al-Muluk, Sirah Ibnu Hisyam, Sirah Ibnu Ishak dan lain-lain.
  3. Dalam hadis diceritakan bahwa dalam kondisi perang, Nabi Muhammad berpesan kepada para sahabatnya untuk tidak membunuh orang-orang yang berada di dalam gereja. Nabi bersabda:لَا تَقْتُلُوا الْوِلْدَانَ، وَلَا أَصْحَابَ الصَّوَامِعِ“Janganlah kalian membunuh anak-anak dan orang-orang yang berada di gereja.” (HR. Ahmad bin Hanbal 2728, Ath-Thabrani 11562, Al-Baihaqi 2834).
  4. Pesan serupa juga disampaikan Abu Bakar ketika mengirim pasukan militernya ke wilayah Syam yang di dalamnya banyak sinagoge, gereja dan rumah ibadah lainnya. Kepada tentara perangnya, Yazid bin Abi Sufyan, ‘Amr bin al-‘Ash, dan Syurahbil ibn Hasanah, Abu Bakar berpesan:لَا تَقْتُلُوا الْوِلْدَانَ وَلَا النِّسَاءَ وَلَا الشُّيُوْخَ وَسَتَجِدُوْنَ أَقْوَامًا حَبَسُوْا أَنْفُسَهُمْ إِلَى الصَّوَامِعِ فَدَعَوْهُمْ وَمَا حَبَسُوْا لَهُ أَنْفُسَهُمْ“Janganlah kalian membunuh anak-anak, perempuan, dan orang tua. (Di Syam) kalian akan menjumpai kaum yang menahan dirinya di gereja, tinggalkanlah mereka, biarkan mereka beribadah.” (An-Nawawi, tt: XIX, 296).
  5. Demikian juga sikap Umar bin Khathab ketika berada di dalam gereja al-Quds al-Kubra pasca penaklukan Yerusalem. Umar enggan melakukan shalat di dalamnya. Alasannya bukan karena tidak boleh, tapi Umar khawatir tindakannya disalah pahami umat Islam bahwa Umar merubah gereja menjadi masjid. (Huwaidi, 1999: 66-67).

Berikut kutipan dari https://islami.co/jihad-dan-kebebasan-beragama/  yang bisa dijadikan rujukan mengenai arti JIHAD dalam Islam :

Salah satu kesalahan fatal yaitu memahami jihad sebagai tindakan untuk menyerang, menghabisi atau memaksa pemeluk agama di luar Islam supaya masuk ke dalam Islam atau memusnahkannya dari muka bumi. Kesalahan ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain dan agama Islam.

Agama Islam yang menjunjung tinggi hak hidup, hak beragama, hak menyampaikan pendapat, dan hak-hak manusia lainnya yang tidak boleh dihilangkan atau dikurangi oleh siapapun, menjadikan kesucian dan misinya ternodai jika jihad dipahami sebagai perbuatan untuk memusuhi pemeluk agama selain Islam.

Jihad disyariatkan untuk menegakkan keadilan dan memusnahkan kezaliman. Sedangkan memusuhi, menyakiti, menghilangkan nyawa seseorang -apapun agamanya- bagian dari kezaliman itu sendiri.

Ulama besar asal Mesir Abu Zahrah (w. 1974), dalam bukunya yang berjudul Nadhariyah al-Harb fi al-Islam (2008: 29), menjelaskan bahwa perang yang dilakukan Nabi Muhammad dalam melawan orang-orang kafir Quraisy yang masih memiliki relasi kerabat dengan Nabi sendiri salah satu tujuannya untuk menjaga kebebasan berpendapat dan berkeyakinan (difa’ ‘an hurriyah ar-ra`yi wa himayah al-‘aqidah).

Orang-orang kafir Quraisy berusaha membendung dakwah Nabi hingga puncaknya berusaha membunuh Nabi dan melakukan penyiksaan terhadap para pengikutnya. Sejarawan Islam Ibnu Hisyam (w. 833) menginformasikan keadaan yang dihadapi Nabi dan pengikutnya sebagai berikut:

إنَّهُمْ عَدَوْا عَلَى مَنْ أَسْلَمَ، وَاتَّبَعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَوَثَبَتْ كُلُّ قَبِيلَةٍ عَلَى مَنْ فِيهَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ، فَجَعَلُوا يَحْبِسُونَهُمْ وَيُعَذِّبُونَهُمْ بِالضَّرْبِ وَالْجُوعِ وَالْعَطَشِ، وَبِرَمْضَاءِ مَكَّةَ إذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ

“Para musyrik Quraisy memusuhi orang yang masuk Islam dan mengikuti Nabi Muhammad. Setiap kabilah meng-sweeping anggotanya yang masuk Islam, lalu pemuka musyrik memenjara orang-orang yang masuk Islam dan menyiksanya dengan dipukul, tidak diberi makan dan minum, serta di jemur di padang pasir Makkah saat cuaca panas.” (Ibnu Hisyam, 1955: I, 317).

Bilal bin Rabah, budak yang dimerdekakan Abu Bakar, setelah masuk Islam disiksa oleh pemuka musyrik Quraisy. Bilal dilempar ke tengah padang pasir saat matahari berada di tengah langit, tubuhnya ditindihi batu besar sembari dipaksa untuk tidak mengikuti ajakan Nabi Muhammad, namun Bilal tetap setia kepada Nabi Saw. ‘Ammar bin Yasir dan kedua orang tuanya lantaran masuk Islam dijemur di tengah panas matahari padang pasir oleh musyrikin Bani Makhzum. Ibu ‘Ammar dibunuh karena berpegang teguh dengan keyakinannya untuk tetap mengikuti ajakan Nabi. (Ibnu Hisyam, 1955: I, 317-320).

Bentuk-bentuk penyiksaan seperti di atas juga terjadi pada sahabat-sahabat Nabi Muhammad yang lain. Nabi Saw sendiri berkali-kali hendak dibunuh, namun beliau selalu dilindungi pamannya, Abu Thalib.

Bagi Nabi Muhammad, melarang orang untuk memeluk Islam atau mengikuti ajakan Nabi berarti melakukan tindakan zalim. Karena itu Nabi mengobarkan semangat jihad terhadapnya. Jihad yang dilakukan dengan cara bertahap, yaitu membiarkan dalam kesabaran, menyampaikan argumentasi, hingga pada akhirnya berperang melawannya ketika orang-orang Quraisy terlebih dahulu menyerang. Di sinilah perang dilakukan sebagai langkah terakhir ketika nyawa sudah terancam, itu pun sebatas mempertahankan diri (difa’ ‘ani an-nafs).

Wahbah Az-Zuhaili dalam kesimpulannya atas kajian perang dalam Islam yang ditulis dalam buku Atsar al-Harb fi al-Fiqh al-Islami (1998) menyatakan:

اَلْبَاعِثُ عَلَى الْقِتَالِ لَيْسَ هُوَ الْكُفْرُ وَمُخَالَفَةُ الدِّيْنِ إِنَّمَا هُوَ الْعُدْوَانُ

“Faktor yang mendorong perang (dalam Islam) bukan karena ada kekufuran dan menyalahi agama, melainkan karena ada penyerangan.”

Terkait dengan kebebasan beragama al-Quran telah menyampaikannya secara eksplisit (lihat QS. Al-Baqarah 256, QS. Yunus 108, QS. Al-Isra` 15 dll). Bahkan jika kebebasan beragama atau mempersilakan manusia untuk menganut agama tertentu tidak dijunjung tinggi oleh Islam, maka Islam tak akan memiliki pengikut. Kenapa? Karena Islam di belahan dunia mana pun datang setelah agama-agama lain yang sudah terlebih dahulu berkembang, sehingga dengan menekankan kebebasan beragama di dalam kehidupan sosial maka Islam bisa menjadi salah satu agama yang dipertimbangkan oleh masyarakat yang belum beragama atau hendak pindah agama.

Dari penjelasan diatas jelas sekali bahwa terorisme ini bukan berdasarkan Islam dan sangat jauh menyimpang dari sendi-sendi ajarannya. Pemahaman menyimpang? atau lebih dikenal dengan aliran sesat atau sekte dalam Islam? Dilihat dari sendi ajarannya pun tentu tidak. Kecuali Kitab yang dipakai bukan Al-Qur’an atau ada kitab tambahan yang bertentangan dengan Al-Qur’an seperti Syiah, Ahmadiyah dan lainnya (Bukan Islam), dan itupun belum tentu mereka memperbolehkan merusak rumah ibadah Agama lain bukan?

Lalu siapakah yang bertanggung jawab? Sejauh ini Kepollisian Republik Indonesia (POLRI) telah membunyikan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) atau sayap-sayap serta simpatisan yang ada di Indonesia. Berikut beberapa kemungkinan yang sering kita dengar, baca dan lihat di media online beserta konspirasinya :

  • Amerika Serikat adalah Investor ISIS = Kemungkinan ini bisa menjadi bahan pertimbangan. Tentunya dengan beberapa asumsi dan bukti berita yang kami kumpulkan. Mungkin ada sahabat yang pernah membaca tapi pasti juga banyak teman-teman yang melewatkannya. Pertama akan kami ambil dari media online Sindonews yang jelas mempunyai etika jurnalisme. Etika Jurnalisme sangat penting pada sumber media online yang akan kita jadikan rujukan, kenapa? karena minimal dengan adanya Etika Jurnalisme maka kemungkinan berita bohong akan bisa diminimalisir. Kemungkinan semua berawal dari tragedi WTC 9 September di Amerika Serikat yang menjadi pintu bagi Amerika Serikat untuk menyerang Negara Irak yang diduga mempunyai senjata pemusnah massal (sampai saat ini tidak pernah ditemukan). Berikut link nya.

15 Tahun Tragedi 11 September, 10 Fakta Ini Layak Diingat

ISIS Cenderung Bungkam saat AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

AS Bohong soal Senjata Pemusnah Irak, Eks PM Australia Malu

Donald Trump Sebut Hillary Clinton Sebagai Pendiri ISIS Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Donald Trump Sebut Hillary Clinton Sebagai Pendiri ISIS”, https://internasional.kompas.com/read/2016/08/04/06062061/donald.trump.sebut.hillary.clinton.sebagai.pendiri.isis.

Hillary Clinton Akui AS Dirikan ISIS, Ini Klarifikasi Kedubes

  • Berawal dari Invansi Amerika Serikat ke Irak = Jangan lupakan awal muasal dari ISIS.  Membicarakan kelompok ini maka secara otomatis kita juga membahas kelompok radikal lainnya. Mungkin mereka telah menjadi wadah bagi kelompok teroris sebelumnya. Ada yang sampai saat ini masih bergabung, yang menentang karena berbeda ideologi dan tujuan dan ada pula yang keluar setelah mereka mengetahui sepak terjang ISIS itu sendiri.  Bacalah profil mereka terlebih dahulu (lihat link berikut):

Bagaimana kelompok jihadis ISIS terbentuk?

Bagaimana ISIS Terbentuk?

  • Bagaimana dengan di Indonesia?  Indonesia dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia dan didukung pula dengan cap negara berkembang yang notabene pendidikan penduduknya timpang menjadi lahan besar bagi kelompok ISIS. Bukan hanya tahun 2018 ini teror Bom dari teroris ada di Indonesia. Masih tercatat pada tahun 2002 bagaimana Bom Bali telah menggemparkan kita semua lihat link ini = Bom Bali 2002 disusul dengan Bom Sidang Perdana Kasus Bom JW Marriot Digelar Hari Ini  dan secara lengkap kasus serupa dapat dilihat pada link ini =

 

Bagaimana metode pencarian anggotanya di Indonesia benar-benar mencengangkan, setelah diming-imingi dengan gaji tetap dan fasilitas lainnya untuk bergabung di camp ISIS, cita-cita ingin menjadi pejuang di gaji pun malah berakhir dengan brain wash alias cuci otak, lihat link di bawah ini :

Para Wanita Indonesia Ini Kecewa Setelah Bargabung ISIS

Proses rekruitment di Indonesia dengan penduduk sekitar 250 juta orang memang merupakan lahan yang subur, hal ini bisa dilihat tetap berkembangnya sayap-sayap serta simpatisan ISIS di Indonesia. Karena kelompok ini sejak awal sejarahnya sudah memakai kedok Islam maka proses penambahan anggota serta propagandanya pun tetap menarik di mata orang awam.

  • Apakah ada unsur politik di tanah air? Sebetulnya hal ini sangat menyedihkan. Karena ada beberapa tokoh elit politik yang membawa hal ini ke arah politik praktis seperti PILPRES. Bukan hanya Indonesia saja yang bisa kecolongan dengan serangan mendadak seperti ini. Negara seperti Perancis pun bisa kecolongan. Lihat link ini = Indonesia Negara ke-13 yang Jadi Target Serangan ISIS Dalam 2 Tahun Terakhir Bukan hanya itu bahkan mantan teroris yang kini telah bertaubat, yaitu Bapak Ali Imron telah menyampaikan keterangan yang sangat berarti. Untuk ini ada baiknya kami tidak memberikan link, tetapi langsung menyadur kronologisnya yang kami ambil dari Ini Jaringan Pengebom Gereja Surabaya Versi Adik Amrozi

RAKYATKU.COM, LAMONGAN – Ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi, diduga dilakukan jaringan lama. Itu diungkap mantan teroris, Ali Fauzi.

Menurut adik kandung bomber Bali, Amrozi dan Ali Imron ini, ledakkan yang terjadi di Surabaya, tidak bisa dipisahkan dari kejadian peledakan sebelumnya. Seperti di Kampung Melayu atau Sarinah.

Instruktur perakit bom dan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) ini seperti dilansir FaktualNews.co, Minggu (13/5/2018) sore mengungkapkan, pelaku atau jaringan pengebom di tiga gereja itu tetap itu-itu saja.

Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian itu menduga, aksi pengeboman di gereja Surabaya tersebut merupakan balasan kelompok tertentu, pasca kerusuhan di Mako Brimob beberapa waktu lalu.

“Bisa saja, ini tidak balas dari kelompok ini atas peristiwa di Mako Brimob kemarin,” tuturnya.

“Terhadap aparat kepolisian, terus bekerja, terus waspada. Aksi seperti ini tidak akan berhenti begitu saja. Olehnya itu, pihak kepolisian jangan sampai kalah, terus berani dan termotifasi untuk memberantas kelompok-kelompok ini (teroris),” tegas Ali Fauzi.

Sebelumnya, ledakan bom mengguncang kota Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi tadi. Ada tiga gereja yang diguncang bom bunuh diri, yakni Gereja Kristen Indonesia (GKI) Santa Maria Ngagel Madya, GKI Diponegoro dan Gereja Pantekosta Arjuno Surabaya.

Akibat ledakan tersebut, 11 orang yang meninggal dunia dan 41 orang mengalami luka-luka.

“Informasi terbaru, ada satu lagi yang meninggal dunia dari TKP Gereja Kristen Indonesia (GKI) Santa Maria Ngagel Madya,” ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, Minggu (13/5/2018).

Dia mengimbau seluruh masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak menjadi orang yang “cuek” dalam menciptakan kedamaian.

  • ISIS mulai terdesak = KAPOLRI dengan tegas menyatakan dampak terdesaknya ISIS di timur tengah menyebabkan instruksi menggila di Indonesia. ISIS di Irak berhasil dipukul mundur, begitu juga dengan di Suriah. Mereka sepertinya membutuhkan pengalihan isu atau juga mengulur waktu. Instruksi membabi buta dari pimpinan ISIS juga bisa dijadikan acuan. Baca selengkapnya di

                   Kapolri: Bom Surabaya Instruksi ISIS yang Sedang Terdesak

Terungkap! Ini Motif Serangan Bom Surabaya-Sidoarjo

Mungkin ini hanya sebuah teori dari gabungan-gabungan fakta yang ada. Penekanan kami tetap pada sebuah kenyataan bahwa latar belakang terorisme jauh menyimpang dari ajaran agama manapun terutama Islam.  Sudah sangat pasti bahwa jika memahami Islam harus dimulai dari Kitabnya yang agung, yaitu AL-Qur’an  dan setelah itu hadist-hadist yang shahih sesuai dengan ilmunya. Apapun interprestasi Organisasi, kelompok atau individu yang mengatasnamakan Islam tidak akan menyimpang dari AL-Qur’an dan ISIS beserta sayap-sayap yang berideologi sama sangat jelas sekali dan sangat teramat nyata  bukan ajaran Agama Islam.

Comments