Screenshot 2019-06-11 at 2.13.21 AM - Edited

Memulai Usaha dengan Analisa Break-Even

Banyak dari kita yang telah mendengar bahkan sering mendengar kata Break-Even Point, tetapi banyak juga dari kita yang belum atau lupa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang usaha. Pengertian dari Break-Even yang selanjutnya akan kita singkat dengan kata BE memiliki banyak manfaat. Di Indonesia istilah ini ada yang menyamakannya dengan titik impas, balik modal dan lainnya. Akan tetapi BE lebih dari itu.

Suatu perusahaan dikatakan BE apabila setelah dibuat pehitungan rugi-laba (profit and loss) dari suatu periode kerja atau dari suatu kegiatan usaha tertentu, perusahaan atau usaha itu tidak memperoleh laba, tetapi juga tidak rugi. Laba dan rugi sama-sama nol, bahasa sederhananya jika perusahaan itu memproleh hasil dari penjualan atau seluruh penghasilan dijumlahkan, jumlah itu sama besarnya dengan seluruh biaya yang telah dikorbankan. Jadi Analisa BE ini adalah suatu cara atau teknik yang digunakan untuk seorang pengusaha/direktur/manajer untuk mengetahui pada volume (jumlah) penjualan dan jumlah produksi berapakah perusahaan itu tidak menderita kerugian dan tidak pula memperoleh laba.

Dari penjabaran diatas, artinya jika perusahaan atau usaha telah mencapai BE nya maka perusahaan itu baru dapat dikatakan sehat atau berjalan normal, tinggal bagaimana strategi lanjutan untuk menargetkan laba dengan kerugian seminimal mungkin. Dengan Analisa BE ini kita lebih mengetahui seluk beluk usaha kita secara mendalam dan bagaimana cara memperbaiki atau bahkan meningkatkannya sesuai dengan variabel-variabel yang ada seperti harga jual, biaya produksi yang meliputi gaji, listrik dan lainnya serta variabel yang mungkin akan kita butuhkan.

Jadi apapun bahasa yang ingin kita ucapkan untuk mempermudah penjelasan BE ini kita sudah memahami maknanya. Penjelasan lebih lanjut tentang Perhitungan Analisa BE ini akan kami jabarkan di menu SEC News & Tips on Blogspot pada website ini. Penjelasan secara bertahap ini akan meliputi hal-hal mengenai apa itu Kegunaan Break-Even, Biaya Tetap, Biaya Variabel, Biaya Total, Diagram Break-Even, Menghitung Break-Even dan sebgainya.

Ikuti terus ya, kalau mau memulai langsung dari postingan ini silahkan klik tombol di bawah ini 😉

 

cropped-messenger_code_210931629067731-e1503009178181.png

Comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.