sketchguru_20161006165420

Full Day School, Bimbel dan Educational Games ke 9

Dear all

Setelah melalui berbagai kesibukan dengan halangan-halangan serta kemudahan yang ada , akhirnya penulis kembali dapat menambah artikel mengenai games belajar di website tercinta ini 😉 Alhamdulillah 🙂

Maraknya berita tentang jam sekolah yang akan ditambah menjadi 8 jam tentunya akan berpengaruh bagi para kaum pendidikan, baik itu si terdidik 😀 , si pengajar, pemegang jabatan, orang tua, para pemangku kebijakan yang sibuk diprotes ataupun di dukung, sampai dengan para pelaku usaha, dari kursus yang besar-besar sampai bimbingan belajar (bimbel) rumahan juga ikut pusing 7 keliling 😀

Mungkin dengan Educational Games ini akan menjadi solusi bagi anak-anak kita biar tidak jenuh berada di sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore (seperti orang kerja ya), karena selain pendidikan karakter penyajian pengajaran lain pun juga harus fun agar lebih efektif kan?  Bagi para pengusaha bimbel rumahan semoga pemerintah cepat memberikan solusi ya biar gak gulung tikar, bukan hanya buat madrasah saja, mentang-mentang  di protes sama NU, hehehe  (becanda Pak Mentri Pendidikan). Walau bagaimanapun pengusaha bimbel yang telah lama bertahan secara tidak langsung telah berkontribusi bagi pendidikan Bangsa, dan bukan rahasia lagi kalau Bimbingan Belajar juga memberikan solusi bagi siswa/i untuk lebih memahami pelajaran di sekolah, bukan karena gurunya juga keles (kata anak sekarang). Alasan yang telah kami himpun dari berbagai bimbel yang tidak ingin disebutkan namanya (apa coba, hehehe) alasannya antara lain :

  • Siswa/i kan juga butuh pergantian suasana (mereka juga manusia), kalau di sekolah mereka berhadapan dengan suasana formal dan tempat yang itu-itu saja, di bimbel mereka lebih santai dan rileks menerima pelajaran. Bahkan di bimbel tidak jarang mereka bisa curhat ke tentornya tentang masalah yang dihadapi di sekolah (kayak guru konseling juga loch)
  • Bayangkan disekolah pada umumnya mereka belajar dengan jumlah murid diatas 10 orang dengan 1 guru. Efektif mana dengan di bimbel yang menyediakan kelas semi privat dimana minimal 3 serta maksimal 5 anak dipegang oleh 1 tentor? Salahkah kami jika menjadi pengajar yang efektif? salahkah guru disekolah yang memang daya tampung muridnya diatas 10 orang? jelas tidak ada yang salah karena kita (guru bimbel dan sekolah) pada hakikatnya diciptakan berdampingan dan saling mengisi kan? kenapa harus saling bermusuhan? Kami ada untuk membantu pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan formal, bukan untuk menjadi saingan.
  • Full Day School atau apalah namanya (karena Bapak Menteri menolak dinamakan itu) gencar diberitakan akan menekankan pada pendidikan pembentukan karakter. Apakah juga masih akan mengejar Ujian Nasional? atau UN mau dihapuskan saja agar anak-anak tidak stress menghadapinya 😀


 

  • Pada kenyataannya, orang tua sekarang banyak yang fokus cari uang, maklum ekonomi lagi susah akhir-akhir ini, belum lagi ditambah dengan pelajaran SMP sampai SMA yang semakin susah. O iya..bukan hanya susah saja, tapi ditambah lagi dengan pembenahan K-13 yang belum selesai alias kelar juga. Apa itu? sebut saja penjurusan lah yang dibuat dari kelas 10, sampai dengan susunan buku-buku KTSP juga ikut di otak-atik (huayooo orang tua..jujur loch 😀 )
  • Pernah juga ada Bapak Menteri yang bilang bahwa Bimbingan Belajar menjelaskan cara praktis saja dalam mengerjakan soal, sehingga tidak memberikan metodologi materi nya. Paaaakk, Pliz dech (kata anak gaul zaman kekinian). Kita ada untuk membantu Sekolah kan? kalau kita harus menerangkan dari awal materi buat apa ada sekolah Pak? Kita bukan mengajarkan cara praktis, tapi masalahnya anak-anak kita kebanyakan tidak mengerti cara mengolah dan mengerti soal dan itu sangat wajar loch, namanya juga anak-anak, nah hal itu yang harus diberikan gambaran cara mudahnya bagaimana,  sehingga mereka tidak trauma ama soal itu. Sekolah sudah benar koq dalam memberikan materi, sebagai pendidik (pendidikan tinggi loch) .  Bapak sudah sangat paham kalau anak-anak itu semuanya pintar hanya saja daya tangkapnya yang berbeda-beda, ada yang tipe nya visual dan bla…bla…bla.
  • Intinya Bimbel bukan memberikan jalan pintas, sesuai dengan fungsinya yaitu membantu sekolah dalam memberi penjelasan mendalam dan detail serta membantu anak didik agar lebih rileks dalam belajar.
  • Kebanyakan dari Bimbel mempunyai metode andalan untuk anak didik lebih mengerti. Bedanya dengan kursus seperti kursus Bahasa adalah Bimbel tetap berpatokan kepada pelajaran disekolah (tidak ada kurikulum sendiri) sehingga sangat membantu loch (jadi kayak promosi ya,..aduuh 😀 )


 

  • Secara sederhana dengan adanya Bimbel “Membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah, sesuatu yang mudah menjadi indah, indah menjadi budaya, budaya y6ang akan berbuah pada prestasi lambat laun”.
  • (Loooh koq jadi curhat 😀 ).  Sudah…sudah!!  daripada kebablasan curhatnya 🙁 langsung saja kita mulai Educational games nya ya. Mohon maaf Bapak Presiden dan Bapak Mentri Pendidikan atas curhat ini 🙁

Educational Games kali ini adalah untuk guru Bahasa Inggris. Agar lebih keren pengantarnya pakai Bahasa Inggris dong, seperti disekolah Internasional gitu 😀

Title  of the Games =  Who am I

Aim = Student’s try to guess who they are 😉

Tools : Sticky Labels and Pens

Role Play of the games

  1. Teacher or Instructor must organize the class into a sequence of a line, rows or a circle.
  2. each students is given a pen and sticky label.
  3. On the label they write the name of famous person.
  4. For Example President Soekarno or Rihana.
  5. They can stick the label onto the forehead of the person before them in the sequence.
  6. The first person sticks it on the forehead of the last person.
  7. Students should not know what is written on their own forehead.
  8. The objective is for each student to ask the person who gave them label yes / no question to discover what the name on their own forehead is.
  9. Sample questions are Am i still alive? or Am i a woman?
  10. If the answer to  a question is “yes”, the question can continue to another question, but if the answer is “no”, the next person in the sequence has a turn at asking questions.
  11. The exercise can go on for as long as the sticky labels last.
  12. A new name is allocated each time one is guessed correctly.

Notes : There are many variation for this game. So be yourself!

Permainan diatas sebenarnya telah lama dimainkan diberbagai kursus Bahasa Inggris loch. Setelah lama jalan-jalan ke gramedia akhirnya ada juga yang menulis tentang permainan ini dan permainan lainnya secara lengkap. sangat bermanfaat sekali, semoga penulis diberkahi oleh Sang Maha Pencipta.  Kalau sahabat ingin mencari atau membeli bukunya, sebentar saya tuliskan pengarang dan judulnya ya 😉

  • Judul Buku = Fun English Activities for you (from beginner to advance level)
  • Author = Redjeki Agoestyowati
  • Penerbit = PT. Bhuana Ilmu Populer kelompok Gramedia

Semoga bermanfaat

Best Regards

#SECAcademic

 

Comments