Keuntungan Menarik Membuka Lembaga Kursus

Dear all

Setelah membahas langkah awal yang harus diperhatikan sebelum kita memutuskan untuk  membuka sebuah lembaga pendidikan pada artikel sebelumnya . Maka agar lebih menarik lagi,  ada baiknya  saya jabarkan terlebih dahulu mengenai keuntungan ber investasi atau membuka sebuah usaha lembaga pendidikan seperti LPK (lembaga pelatihan dan keterampilan), Kursus Bahasa, Kursus memasak, bimbingan belajar dan sejenisnya.

Banyak sahabat saya yang mencoba merintis lembaga kursus dan banyak juga dari mereka yang berjatuhan atau menyerah. Padahal kalau dilihat dari segi permodalan, sahabat saya memiliki modal yang lebih banyak daripada saya. Di saat saya hanya bisa menyewa rumah, mereka sudah membeli Ruko (Rumah Kantor), disaat saya membuat plang nama hanya dari spanduk biasa, mereka sudah membeli neon box. Dari sini saya bertambah yakin, bahwa memang modal bukan segalanya di bisnis ini. Ada faktor lain yang harus kita pahami.

Karakteristik investasi di bidang pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dibutuhkan kesabaran dalam mengelola manajemen, asset dan kualitas. Membuka kursus adalah mencari kemapanan dari perjuangan yang telah dilakukan. Selisih laba akan terbayarkan ketika investasi telah berjalan. Kalian tidak dituntut untuk sekedar memiliki modal besar, bahkan modal bukan segalanya dalam bisnis ini.

Saran saya, jika kalian ingin menghasilkan untung yang cepat,  lalu mencari peluang lagi untuk untung,  mencari klien lagi dan seterusnya. Sebaiknya kalian segera melupakan investasi di bidang pendidikan. Akan tetapi jika kalian termasuk kategori orang yang senang pada proses, kemapanan dalam investasi, keuntungan yang stabil dan bisa ditingkatkan terus menerus, maka Investasi Membuka Lembaga Pendidikan adalah dunia kalian dan tempat seharusnya kalian berada.

Sekarang mari kita tinjau dari lembaga pendidikan yang paling kecil seperti Bimbel (Bimbingan Belajar) di perumahan. Tidak jarang bimbel kecil seperti ini pendapatannya bisa melebihi dari bimbel dengan sistem franchise yang ternama atau terkenal. Menghitung rancangan balik modal seperti  Break Even Point (BEP) atau Return Of Investement (ROI) untuk bimbel pada dasarnya sangat mudah. Berikut adalah gambaran umum BEP dan ROI Bimbel secara garis besar :
A.    Estimasi Investasi

Adapun biaya yang harus disiapkan:
•    LCD     2 buah   Rp.  6   Jt
•     Apikasi dan Modul   Rp.  3   Jt
•     Laptop 2 bh   Rp. 8   Jt
•     AC  1 buah  @ Rp.  2,5 Jt     Rp. 5   Jt
•     Kursi    20 buah @ Rp.100.000  Rp. 2   Jt
•     Papan + Meja Guru  3 kelas @ Rp.1.000.000   Rp.  3   Jt
•    ATK    Rp         1   Jt
•    Asumsi tempat adalah milik sendiri
Total Investasi awal   Rp.   28 Juta
B.    Kapasitas Kelas dan keuntungan

Jam  / hari      Senin / Kamis      Selasa / Jum’at     Rabu / Sabtu
10:00-11:30              10                           10                        10
13:00-14:30              10                           10                        10
15:00-16:30              10                           10                        10
17:00-18:30              10                           10                        10
19:00-20:30             10                           10                        10
Total siswa                50                          50                        50

 

Dari tabel diatas dapat dilihat, dengan waktu belajar per 1 x pertemuan adalah 1,5 jam maka akan terbentuk 5 Slot (waktu belajar), yaitu jam 10:00 sampai jam 20:30. Masing-masing slot dapat kita buat maksimal 10 peserta didik atau murid. Waktu belajar adalah 2x seminggu, dengan pilihan hari senin/kamis, selasa/jumat dan rabu/sabtu. Maka dari tabel, untuk senin/kamis total akan ada 50 murid, demikian pula dengan selasa/jumat dan rabu/sabtu masing-masing 50 murid. Total kapasitas peserta adalah 150 murid. Ini masih bisa berlaku untuk 1 kelas, belum termasuk kelas ke-2 dan ke-3 yang kita punya.

Sekarang mari kita lihat perkiraan pendapatannya. Jika 1 murid bimbel biaya belajarnya adalah Rp. 225.000 per bulan, maka pendapatan kita untuk kelas senin/kamis saja adalah Rp. 225.000 x 50 murid , yaitu Rp 11.250.000 per bulan. Keseluruhan kelas, maka tinggal di kali 3, yaitu Rp. 33.750.000,- Hal ini belum termasuk dengan biaya pendaftaran, biaya modul belajar dan lainnya. Dengan membuka kursus sendiri tanpa franchise, maka kita juga bisa mengatur sendiri biaya-biaya tersebut. Kita juga bisa membuat paket per 6 bulan (1 semester), per tahun dan sebagainya. Paket pun bisa kita atur dengan berbagai system pembayaran, bisa diangsur,  bisa cash dan sebagainya.
Pada prinsipnya,untuk bimbel, kita cukup mengumpulkan peserta belajar dan target pemasarannya cukup di wilayah sekitar kita seperti perumahan, sekolah dan lainnya. Artinya selain mencari pendapatan kita juga ikut serta membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa. Maka dari itu, jangan lupa diurus perizinannya, mudah caranya dan tidak semahal kalau kita beli franchise.
Sekarang dari modal 28 Juta, berapa lamakah kita bisa balik modal? coba amati dan pelajari tabel di bawah ini :

simulasi

Klik gambar agar lebih jelas

Untuk 1 kelas saja, maka perhitungan balik modal kita secara matematis adalah :

roi

klik gambar agar lebih jelas

2 Bulan hanya untuk 1 kelas jika kita ingin bicara yang indah. Sudah pasti di dalam usaha ada tantangan serta halangan. Di awal kita membuka kursus biasanya banyak cobaan, mulai dari merintis nama, melengkapi materi pelajaran, promosi ke sekolah-sekolah, lewat website dan sebagainya. Butuh kesabaran dan kejelian dalam mengelolanya. Semua tergantung seberapa tangguh kita dalam mencari peserta, mengelola peserta, menjaga kualitas dan manajemen yang berkesinambungan.

Kualitas peserta didik adalah hal yang penting dalam bisnis ini. Anda tidak perlu obral janji, seperti jika ikut bimbel di tempat kami maka pasti anak Ibu rangking 1 dan sebagainya. Anda hanya cukup memberikan bukti dan peningkatan yang pasti dari setiap peserta didik per 3 bulan atau 6 bulan. Barometernya mudah sekali, lihatlah dari nilai ulangan, ujian, rangking dan lainnya. Jika si murid sebelum bimbel di tempat Anda rangking 40 dari 40 murid dikelasnya, maka Anda harus membuat dia menjadi rangking minimal 30 atau lebih baik lagi, biarkan mengalir, karena jika Anda memaksakan, maka Anda akan disebut obral janji. Kepercayaan pelanggan akan berkurang dan lama-lama menghilang. Orang tua dan murid membutuhkan peningkatan.

Artikel ini akan terus berlanjut ke perbandingan buka kursus sendiri dan membeli kursus dengan sistem franchise, strategi marketing lembaga kursus, manajemen resiko dan lainnya. Jadi jika kalian berminat pada bisnis yang berpotensi pada kemapanan pendapatan, jangan kemana-mana dan tidak perlu ikut multilevel marketing  (MLM), cukup ikuti terus artikel ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya.
Best Regard
Manajemen Senopati Education Center

Comments