Cara Membuka Kursus bagian 1

Dear all

Pada artikel kali ini, saya akan berbagi pengalaman mengenai cara membuka usaha di bidang pendidikan seperti lembaga kursus, bimbingan belajar, lembaga pendidikan dan keterampilan (LPK) dan lainnya. Banyak kendala yang akan dihadapi sebelum memulai membuat usaha ini dan akhirnya setelah semua investasi berjalan sampai di satu titik, keuntungan akan mengalir ke kantong kita. Untuk itu saya akan berbagi pengalaman kepada semua sahabat disini.

Pendidikan akan tetap menjadi sebuah bidang yang sangat penting di dunia ini, bukan hanya di Indonesia yang katanya masih dalam kategori negara berkembang, bahkan di negara maju sekalipun, seperti Jerman, Jepang dan lainnya. Inovasi ilmu dan pengajaran akan tetap ada sampai titik yang belum ada batasnya. Dari uraian saya tersebut maka bisa dibayangkan bukan? Usaha di bidang penyelenggaraan lembaga kursus akan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan dari tahun ke tahun.

Seperti usaha lainnya, untuk memulai wirausaha di dunia pendidikan sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu dan memaham seluk-beluknya. Pemahaman awal sangat penting. Pendidikan merupakan sarana bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) agar dapat bersaing pada era global saat ini. Sektor Pendidikan Formal seperti SD, SMP, SMA, SMK, Universitas di tambah dengan sektor pendidikan nonformal seperti LPK, Bimbinggan Belajar (bimbel) dan lainnya juga mempunyai peran yang besar terhadap pembangunan SDM di Indonesia.

Lembaga Pendidikan nonformal dikategorikan sebagai kursus. Ketentuan ini di atur oleh undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pedidikan nasional. Sahabat bisa memilih terlebih dahulu hendak mendirikan kursus sendiri atau dengan membeli franchise yang sudah terkenal. Saran saya sebelum memutuskan sebaiknya pelajari dulu persyaratannya. Banyak informasi yang bisa kalian dapat di internet atau langsung ke kantor DIKNAS yang ada diwilayah Anda, tempat dimana Anda akan membuka lembaga kursus.

Dari pengalaman saya, membeli franchise yang sudah terkenal sekalipun tetap bukanlah sebuah solusi untuk sukses membuka apalagi menjalankan lembaga kursus. Banyak lembaga kursus rumahan yang secara menyakinkan lebih sukses dibandingkan franchise lembaga kursus ternama. Franchise memang menjanjikan keuntungan dan Standar yang bagus untuk kursus yang akan kita buat, akan tetapi semuanya tetap akan bergantung kepada bagaimana pengetahuan, ketekunan, semangat pantang menyerah dan terus belajar dari diri kita sendiri. Semua terbukti kepada diri saya sendiri dimana ketika saya membeli franchise dan mengikuti semua arahannya ternyata saya tidak merasakan pemasukan yang berarti pada kas keuangan saya. Tetapi setelah saya memutusan untuk membuka kursus dengan nama sendiri, semua berubah. Walaupun perlahan akan tetapi kas keuangan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bukan hanya itu, dengan membuka lembaga kursus sendiri, kita akan lebih mudah berekpresi dalam mengembangkan kursus kita. Di sini bukan berarti kita tidak boleh membeli franchise, pada artikel selanjutnya nanti kami akan membahas juga bagaimana menjalankan franchise kursus dengan keuntungan yang menjanjikan.

Berikut hal yang harus dperhatikan ketika kita ingin membuka lembaga kursus sendiri :

  1. Pelajari terlebih dahulu untung dan rugi membuka kursus sendiri atau membeli franchise :  membeli Franchise, berarti Anda membutuhkan modal tambahan seperti branding (nama kursus), perlatan standar yang diwajibkan dari pemiilik franchise, modul dan buku-buku dan lainnya. Hitunglah semua item yang diberikan oleh pemilik franchise sebagai persyaratan dari uang yang akan Anda keluarkan untuk membeli franchise itu sendiri. Artinya disini anda harus jeli, lihatlah metode pengajarannya, apakah sesuai dengan harapan anda? Harga per item apa sesuai dengan kantong Anda? Ingatlah, bahwa tugas terberat anda adalah menjalankannya nanti. Pengalaman saya mengatakan bahwa yang terberat dari lembaga kursus adalah ketika harus sewa tempat. Membuka kursus sendiri terbilang lebih hemat, biaya perizinan pasti tidak semahal yang Anda kira selama anda mempelajari dari sumber yang benar, dimana sumber yang benar? jangan percaya kata orang termasuk saya sendiri, langsung saja kekantor DIKNAS di wilayah Anda. Keuntungan membuka lembaga kursus sendiri adalah penghematan sangat mungkin dilakukan, seperti peralatan yang belum waktunya di beli, contohnya jika kursus anda belum butuh proyektor, kenapa harus memaksakan beli, bukankah anda bisa memasang target nantinya?
  2. Tentukan lokasi tempat kursus Anda : Posisi merupakan faktor strategis. Banyak franchise yyang akan mengadakan survey terlebih dahulu ketika anda ingin membei franchisenya. Anda bisa melakukan sendiri. Cukup mudah, pastikan di wilayah anda ada minimal 5 sekolah dan perumahan yang banyak, targetkan masing-masng perumahan memiliki 1000 KK (kepala keluarga). Membuka lembaga kursus berarti harus siap menerima peserta, bagaimana mungkin anda membuka kursus di wilayah yang sepi?
  3. Tentukan jenis lembaga kursus Anda : mau buka LPK? atau mau membuka bimbel? atau kursus Bahasa? semua hanya Anda yang tahu. Mungkin anda bisa memutuskan berdasarkan saran teman, atau prospek yang Anda bayangkan. Saran saya, ambillah keputusan dari yang bisa dan sanggup Anda jalankan secara psikologis. Misalnya anda lebih memahami bimbingan belajar kenapa harus kursus bahasa? Anda tidak perlu mengajar, akan tetapi dengan pemahaman dan kesanggupan anda, maka inovasi menarik akan dapatt dilakukan.
  4. Jangan malu bertanya: Hal ini sangat penting, tanyalah pada yang sudah memulai bisnis ini. Jangan malu. Tetapi disini tetap Anda adalah pemegang keputusan, jangan terpengaruh oleh orang lain, sesuaikan semua pendapat dengan diri Anda.

Demikianlah artikel kali ini, pada artikel berikutnya kami akan membahas lebih detail lagi. target kami adalah membahasnya sampai tuntas, jangan kemana-mana ya 😉

Best regards

 

Comments